checkpapuanow.com
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Pembangunan
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Pembangunan
  • Opini
No Result
View All Result
checkpapuanow.com
No Result
View All Result
Home Jaga Negeri

Remiliterisasi Ruang Sipil Dinilai Perlu Dikaji untuk Hadapi Tantangan Keamanan Modern

christine natalia by christine natalia
10 Oktober 2025
in Jaga Negeri
0 0
0
Kooptasi Polri dan Ancaman Remiliterisasi, Reformasi yang Mulai Tergerus

Kooptasi Polri dan Ancaman Remiliterisasi, Reformasi yang Mulai Tergerus

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua dekade lebih setelah reformasi bergulir, Indonesia kembali dihadapkan pada perdebatan serius mengenai relasi antara kekuatan bersenjata dan institusi penegak hukum sipil. Wacana pembentukan Kementerian Keamanan Nasional, peleburan sejumlah fungsi strategis Polri ke lembaga ekstra-polri, hingga absennya Polri dalam perayaan Hari Ulang Tahun TNI memunculkan kekhawatiran publik tentang kembalinya pola lama, di mana kekuasaan keamanan berada di bawah bayang-bayang militer.

Sejarah mencatat, Polri sebenarnya memiliki akar yang lebih tua daripada TNI. Badan Kepolisian Negara berdiri pada 19 Agustus 1945, hanya beberapa hari setelah proklamasi kemerdekaan. Sementara Tentara Nasional Indonesia baru terbentuk pada 5 Oktober di tahun yang sama. Sejak awal berdirinya republik, kepolisian ditugaskan untuk menjaga hukum dan ketertiban sipil, bukan mengemban fungsi pertahanan negara. Namun perubahan arah politik pasca-1949 membuat orientasi keamanan nasional bergeser. Negara mulai lebih mengandalkan kekuatan bersenjata dibanding supremasi hukum, hingga pada masa Orde Baru Polri dilebur dalam tubuh ABRI dan kehilangan otonominya sebagai aparat sipil.

Reformasi 1998 menjadi titik balik penting. Melalui Tap MPR No. VI dan VII Tahun 2000 serta Undang-Undang No. 2 Tahun 2002, Polri resmi dipisahkan dari TNI. Pemisahan itu menegaskan prinsip dasar demokrasi: supremasi sipil atas kekuatan bersenjata. Namun, dua puluh tahun kemudian, muncul tanda-tanda kemunduran. Narasi efisiensi keamanan nasional mulai digunakan untuk membuka ruang bagi pelibatan militer dalam urusan domestik, termasuk keamanan siber, penanggulangan terorisme, dan pemberantasan narkoba.

Dalam konteks internasional, pemisahan peran militer dan kepolisian merupakan pilar utama demokrasi. Militer bertugas mempertahankan negara dari ancaman luar, sementara polisi melindungi masyarakat di dalam negeri. Ketika batas ini kabur, risiko kemunduran demokrasi menjadi nyata. Kooptasi lembut terhadap fungsi Polri, jika dibiarkan, dapat mengikis akuntabilitas publik dan mengembalikan sistem keamanan ke pola represif.

Persoalan yang dihadapi Polri bukan hanya soal struktur kelembagaan, tetapi juga identitas profesional. Polisi bekerja berdasarkan hukum, etika, dan empati sosial, sementara militer mengandalkan komando dan strategi pertahanan. Jika kedua peran ini dilebur, konsekuensinya adalah hilangnya kejelasan fungsi. Aparat bisa kehilangan arah, tidak sepenuhnya menjadi penegak hukum, namun juga tidak lagi berfungsi sebagai prajurit. Dalam kondisi seperti itu, kepercayaan publik yang menjadi dasar legitimasi Polri dapat terkikis.

Beberapa pihak menilai bahwa revitalisasi peran TNI diperlukan untuk menghadapi ancaman hibrida di era digital. Namun jika semua ancaman dikategorikan sebagai ancaman keamanan nasional yang dikendalikan struktur militer, maka prinsip supremasi sipil berisiko runtuh. Polri bukan pesaing TNI, melainkan mitra sejajar dalam menjaga stabilitas nasional. Melemahkan Polri berarti melemahkan kontrol sipil terhadap kekuasaan bersenjata.

Ke depan, reformasi Polri perlu diarahkan tidak hanya pada perbaikan internal, tetapi juga pada penguatan demokrasi konstitusional. Ada beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat. Pertama, menegaskan kembali batas peran antara TNI dan Polri dalam kerangka keamanan nasional yang jelas. Kedua, memperkuat lembaga pengawas eksternal seperti Kompolnas dan Ombudsman untuk memastikan akuntabilitas publik. Ketiga, membangun tata kelola kepolisian yang transparan dan berbasis kepercayaan masyarakat. Keempat, memastikan Polri tetap berdiri sebagai institusi sipil yang independen dari tekanan kekuasaan.

Membela kemandirian Polri bukan berarti menolak sinergi antar-lembaga, melainkan menjaga prinsip dasar negara hukum: bahwa hukum harus berdiri di atas kekuasaan, bukan sebaliknya. Sejarah telah membuktikan, ketika hukum tunduk pada senjata, rakyat akhirnya hanya akan tunduk pada ketakutan. Reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 tidak boleh mundur. Supremasi sipil harus tetap dijaga sebagai fondasi demokrasi yang beradab.

Tags: keamanan nasionalpolrireformasisupremasi sipilTNI
Previous Post

Ferdinand Hutahaean: Reformasi Polri Bukan Sekadar Perubahan Struktural

Next Post

Korlantas Polri Tekankan Tiga Pilar Pengabdian: Niat, Sikap, dan Tindakan

christine natalia

christine natalia

Next Post
Kakorlantas Irjen Agus Ajak Polantas Kembali ke Akar Pengabdian

Korlantas Polri Tekankan Tiga Pilar Pengabdian: Niat, Sikap, dan Tindakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISDC Promosikan Kesadaran Budaya Tertib Lalu Lintas di Indonesia

ISDC Jadi Pusat Edukasi Kesadaran Budaya Tertib Lalu Lintas

6 September 2025
Ritual Kamanan Papua

Kamanan Ritual As A Vibrant Tribute to the Harvest in Papua

28 Oktober 2024

Halo Wars 2 on Xbox One Review: The Good and The Bad

12 September 2021
Unwavering Bravery of Basarnas Rescuer Tri Sudarno's Final Rescue. Source 1tulahNews.

Tri Sudarno: The Ultimate Sacrifice of Jayapura’s Basarnas Rescuer

15 Maret 2024
Security in Papua is Key to the Success of the MBG Program, Says Arnold Ronsumbre

Security in Papua is Key to the Success of the MBG Program, Says Arnold Ronsumbre

7
Edison Manikiuta: Makanan Bergizi Kunci Pertumbuhan Anak-anak Papua

Edison Manikiuta: Makanan Bergizi Kunci Pertumbuhan Anak-anak Papua

5

Destiny Will Be Down For Maintenance Next Week, Here’s When

0
Pelatihan Hari Kedua Korlantas Fokus Uji Lapangan Silancar dan Kendaraan Listrik

Silancar Diujicobakan dalam Pelatihan Korlantas: Pengawalan Kini Lebih Terintegrasi

0
Pelatihan Hari Kedua Korlantas Fokus Uji Lapangan Silancar dan Kendaraan Listrik

Silancar Diujicobakan dalam Pelatihan Korlantas: Pengawalan Kini Lebih Terintegrasi

11 Desember 2025
Korlantas Polri Tinjau Pelabuhan Merak untuk Pastikan Kelancaran Arus Mudik Nataru 2026

Hadapi Libur Akhir Tahun, Korlantas Perketat Pengamanan dan Lalu Lintas di Pelabuhan Merak

9 Desember 2025
Kemenhub, Korlantas, dan Kementerian PUPR Terapkan Skema Pengaturan Penyeberangan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Kemenhub Siapkan Pelabuhan Pendukung untuk Pecah Kepadatan Arus Nataru 2025–2026

5 Desember 2025
Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho Raih Penghargaan pada Sutami Awards 2025

Sutami Awards 2025: Korlantas Masuk Daftar Penerima Penghargaan Utama

2 Desember 2025

Recommended

Pelatihan Hari Kedua Korlantas Fokus Uji Lapangan Silancar dan Kendaraan Listrik

Silancar Diujicobakan dalam Pelatihan Korlantas: Pengawalan Kini Lebih Terintegrasi

11 Desember 2025
Korlantas Polri Tinjau Pelabuhan Merak untuk Pastikan Kelancaran Arus Mudik Nataru 2026

Hadapi Libur Akhir Tahun, Korlantas Perketat Pengamanan dan Lalu Lintas di Pelabuhan Merak

9 Desember 2025
Kemenhub, Korlantas, dan Kementerian PUPR Terapkan Skema Pengaturan Penyeberangan Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Kemenhub Siapkan Pelabuhan Pendukung untuk Pecah Kepadatan Arus Nataru 2025–2026

5 Desember 2025
Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho Raih Penghargaan pada Sutami Awards 2025

Sutami Awards 2025: Korlantas Masuk Daftar Penerima Penghargaan Utama

2 Desember 2025
© Copyright Checkpapuanow Team All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Peristiwa
  • Pembangunan
  • Opini

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In